Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

Bagaimana Tips Dalam Memilih Jasa Penulisan Artikel yang Berkualitas

Bagaimana Tips Dalam Memilih Jasa Penulisan Artikel yang Berkualitas

Website merupakan sebuah media yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia yang sudah memiliki kemajuan berbagai bidang teknologi, maka sebuah website membutuhkan sebuah layanan jasa agar informasi yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan target yang tepat bagi setiap orang yang membutuhkannya.

Lalu untuk memenuhi hal tersebut apa yang harus dibutuhkan bagi orang atau perusahan  yang memiliki website tersebut…?

Nah, untuk menjawab hal tersebut salah satu syarat yang harus terpenuhi agar blog yang kita bangun tersebut bagus dan berkualitas dimata google yaitu content atau artikel yang ada pada website tersebut. 

Bagi para webmaster yang sudah berpengalaman dalam dunia IM ini sudah tak asing lagi, namun bagi untuk para pemula atau bagi anda yang mempunyai blog puluhan atau hingga ratusan blog bagaimana…?

Apakah anda sanggup untuk mengisi content setiap blog yang ada setiap harinya…?
Tentu tidak!!!

Maka untuk itulah ada namanya jasa penulisan artikel,jasa backlink, penulis artikel bahasa inggris, dan berbagai jasa lainnya untuk membangun sebuah blog atau website yang berkualitas.

Bagi anda seorang pemula didunia blog tentunya masih binggung untuk mencari jasa tulis artikel tersebut, jika anda berselancar di google anda pasti banyak menemukan situs-situs yang menyediakan jasa tersebut dan tentunya anda ragu dan bimbang mana yang harus anda pilih.

Kenapa…?

Tentunya anda menginginkan yang namanya kepuasan, jangan sampai yang anda butuhkan tidak sesuai dengan harapan anda, bisa dikatakan “mengecewakan”. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya anda mengetahui tips-tips dalam memilih situs yang menyediakan jasa tersebut.

5 Tips Memilih Jasa Penulis Artikel yang Berkualitas

  1. Carilah situs yang sudah berpengalaman dalam jasa tersebut, anda bisa mencari informasi tersebut dengan bertanya kepada sesame bloger, melalui forum ataupun browsing.
  2. Tanyakan kualitas mengenai jasa yang diberikan, apakah conten yang diberikan tersebut unik, lulus copyscape atau plagiat, jangan hanya terjebak terhadap promosi yang diberikan situs tersebut.
  3. Pastikan garansi terhadap jasa atau content yang anda minta tersebut.
  4. Cari harga termurah dan waktu tercepat dalam pengerjaan jasa yang anda butuhkan namun tidak mengurangi tingkat kepuasan anda.
  5. Sebelum memilih jasa tersebut ada baiknya anda menentukan bagaimana bentuk dari conten yang anda inginkan seperti penempatan kata kunci, keyword density, dan tata cara penulisan lainnya.
So bagimana menurut anda 5 tips dalam memilih jasa tulis artikel diatas tersebut….?
Menurut saya pribadi 5 hal inilah yang cukup diperhatikan dalam memilih jasa tersebut dan sekedar untuk informasi bagi anda, berikut ini ada beberapa situs yang bisa anda percaya untuk mengisi content atau artikel pada website dan blog yang anda punya.
  1. Contentwritter.com
  2. Pugago.net
  3. Contentwriter.co
Baca selengkapnya

Kamis, 14 Januari 2016

Rahasia Sukses Menjalankan Usaha Fotocopy

Salah satu peluang bisnis yang memiliki harapan besar untuk mendulang rejeki adalah usaha fotocopy. Harga mesinnya memang terbilang mahal, tetapi ada sebuah cara yang bisa dipakai guna mengatasi hal tersebut yaitu dengan sistem sewa. Saat ini banyak perusahaan besar yang mencari mitra kerja pengembangan usahafotocopy. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Rahasia Sukses Menjalankan Usaha Fotocopy

1. Pemilihan lokasi
Pemilihan lokasi strategis menjadi rahasia pertama untuk meraih keberhasilan dalam bidang usaha fotocopy. Lokasi terbaik untuk membuka usaha fotocopy adalah area kampus, sekolah dan komplek perkantoran. Tidak perlu ada di jalan besar, yang penting dapat terlihat dari luar dan mudah didatangi.
2. Kualitas hasil fotocopy
Rahasia sukses kedua pengembangan usaha fotocopy adalah kualitas hasil fotocopy tersebut. Masalah ini menjadi harga mati atas keberhasilan atau kegagalan bisnis ini. Jika kualitasnya bagus tentu konsumen akan merasa senang bahkan tidak ragu kembali lagi sebagai konsumen tetap.
Kualitas fotocopy yang baik adalah warnanya yang jelas dan tidak buram. Selain itu tintanya tidak mudah luntur dan menempel di tangan. Jadi pilih tinta dan mesin terbaik jika tidak mau usaha fotocopy tersebut mengalami kegagalan.
3. Kualitas layanan
Tidak beda dengan bisnis jasa lainnya, usaha fotocopy juga memerlukan layanan terbaik dan prima pada setiap konsumen. Ramah dan sopan adalah sifat yang harus selalu dikedepankan dalam melayani pelanggan.
Misalnya jika harus antri, bicarakan baik-baik dan memohon pada konsumen usaha fotocopy untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Jangan biarkan mereka menunggu dengan cara berdiri apalagi dibiarkan begitu saja.
4. Harga
Penentuan harga merupakan kunci rahasia berikutnya dalam pengembangan usaha fotocopy. Mungkin jika dihitung per lembar, harga jasa fotocopy tidak terlalu tinggi. Namun ketika ada konsumen yang ingin menggunakan jasa fotocopy dalam jumlah yang banyak apalagi hingga ratusan lembar, tentu hal ini akan memberi pengaruh besar terhadap harga tersebut.
5. Fasilitas pelengkap
Usaha fotocopy tidak akan berkembang pesat jika pelakunya hanya menyediakan mesin atau jasa fotocopy saja. Sebaiknya dilengkapi dengan jasa lain seperti penjilidan, laminating, print komputer, jasa pengetikan dan sebagainya.
Jika ingin berkembang lebih besar lagi, pengelola usaha fotocopy bisa menyediakan alat tulis, buku dan lainnya. Meski untungnya tidak seberapa, tetapi penyediaan produk-produk tersebut akan membuat tempat usaha jadi lebih ramai. Selamat berbisnis.
Baca selengkapnya

Tips Sukses Memulai Usaha Percetakan

Salah satu peluang bisnis yang paling mudah dijumpai di lingkungan sekitar adalah usaha percetakan. Masyarakat menggunakan jasa percetakan untuk berbagai tujuan seperti membuat undangan, brosur, kop surat, buku dan lainnya. Bisnis di bidang ini dapat dijadikan peluang rejeki besar jika tahu tips menjalankannya.

Tips Sukses Memulai Usaha Percetakan

1. Mengenal tahapan bisnis percetakan
Pelaku usaha percetakan harus tahu proses bisnis ini dari awal hingga akhir. Tahapan pertama adalah menerima pesangan dan analisa order. Lalu dilanjut dengan perhitungan harga beserta komponen yang diperlukan seperti kertas, tinta dan seterusnya.
Setelah proses produksi usaha percetakan berjalan, disambung kontrol kualitas, packing serta pengiriman. Tahap terakhir adalah pembayaran jasa cetak.
Meski semua proses telah selesai, masih ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh pelaku usaha percetakan yaitu menjalin komunikasi dengan customer. Tujuannya, apabila suatu saat nanti mereka butuh jasa cetak lagi akan langsung menghubungi kita.
2. Mencari peluang pasar
Membuka peluang pasar merupakan hal paling mutlak yang perlu dicari jika ingin membuat usaha percetakan bisa maju pesat. Jangan menunggu order, namun harus aktif mencari sendiri terutama ketika bisnis ini baru diawali.
Misalnya jika ada tetangga yang akan mengadakan acara hajatan atau pesta, dekatilah secara personal. Beri keyakinan hasil cetakan kita punya kualitas bagus dan harga bersaing. Ketika kepercayaan telah didapat, ini merupakan awal baik untuk mengembangkan usaha percetakan tersebut.
Dari order pertama tersebut akan banyak orang yang tahu bahwa kita punya usaha percetakan baru. Melalui mereka, promosi bisa berjalan sendiri dari mulut ke mulut. Maka dalam waktu yang cepat, oder akan datang terus menerus.
3. Selalu terima order
Setelah usaha percetakan mulai dikenal orang, biasanya jumlah ordernya akan terus naik dan meningkat. Setiap order yang datang jangan pernah ditolak meski banyak pesanan yang harus segera diselesaikan.
Agar semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu, bangunlah jaringan kerjasama dengan pelaku usaha percetakan lain. Jadi order yang tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri dapat dilempar ke percetakan milik teman.
Model kerjasama seperti ini dapat memberi 2 keuntungan sekaligus. Pertama, semua pesanan cetakan bisa tepat waktu. Kedua, ketika usaha percetakan sedang sepi, dapat meminta order melalui jaringan yang sudah dibangun.
Itulah beberapa tips terbaik untuk mengawali usaha percetakan. Semoga bisa bermanfaat dan selamat berbisnis usaha cetak.
Baca selengkapnya

Rabu, 24 Juni 2015

Mengenal Bisnis Affiliate Marketing Lebih Jauh


Internet telah memperkenalkan metode-metode baru untuk memasarkan sebuah produk dan menghasilkan uang. Kini, sudah banyak sekali model poemasaran online yang memungkin kan Anda untuk menghasilkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit, walaupun Anda tidak memiliki produk, walaupun Anda tidak memiliki bisnis.

Salah satu metode pemasaran yang saya maksud adalah: Affiliate Marketing.

Definisi sederhananya, Affiliate Marketing adalah sebuah teknik pemasaran dimana Anda membantu menjual produk orang lain secara online.

Sistem Affiliate Marketing pertama kali ditemukan pada tahun 1994. Amazon adalah salah satu perusahaan pertama yang mempopulerkan Affiliate Marketing sebagai salah satu teknik pemasaran yang memanfaatkan jaringan internet yang terbilang baru pada saat itu. 

Masyarakat menyambut baik teknik ini dan akhirnya membatu melejitkan bisnis Amazon hingga seperti yang kita kenal sekarang. Affiliate Marketing pun berkembang dengan pesat setelahnya. Kini produk yang dijual dengan menggunakan teknik Affiliate Marketing semakin beragam. Dari mulai produk digital seperti eBook atau tiket online, hingga buku dan peralatan elektronik.

Laporan dari Marketing Sherpa pada tahun 2006 nilai yang dihasilkan dari Affiliate Marketer dari seluruh dunia dari berbagai jenis transaksi adalah senilai: US$ 6.5milyar (setara Rp. 65triliun.)

Bagaimana Affiliate Marketing Bekerja?

Pada dasarnya ada 3 pihak terlibat didalam skema Affiliate Marketing yang umum akan Anda jumpai secara online. Ketiga pihak tersebut adalah:

1. Producer
Producer adalah pihak yang memproduksi barang yang akan dijual oleh Affiliate Marketer nantinya (keterangan ada dibawah.) Producer bisa siapa saja dari mulai produsen gadget sekelas Samsung, hingga penulis amatir yang baru saja mempublikasikan eBook-nya untuk pertama kali. Agar Affiliate Marketer mau menjual produk milik Producer maka Producer harus membagi keuntungan dari setiap penjualan yang terjadi kepada Affiliate Marketer.

2. Affiliate Marketer/ Publisher
Affiliate Marketer adalah orang-orang yang akan membantu menjual produk dari Producer. Affiliate Marketer menggunakan berbagai macam teknik pemasaran online untuk mendatangkan pengunjung dan meningkatkan penjualan. Teknik tersebut bisa saja memanfaatkan SEO, Iklan, Social Media, Email Marketing, dan lain-lain. Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi untuk setiap penjualan, klik atau leads.

3. Affiliate Network
Affiliate Network adalah tempat bertemunya Producer dan Affiliate Markater, karenanya Affiliate Network sering juga disebut dengan marketplace. Affiliate Network adalah pihak yang memiliki teknologi dan sistem yang memungkinkan Affiliate Marketer untuk menjual barang-barang dari Producer. Affiliate Network adalah pihak yang akan memberikan komisi dari hasil penjualan kepada Affiliate marketer dan Producer setiap kali ada penjualan.

Jenis Affiliate Marketing

Secara umum Affiliate Marketing terbagi menjadi 3 bagian besar berdasarkan dari bagaimana pihak Affiliate Marketer mendapatkan komisinya. 3 Jenis tersebut adalah:

1. Pay Per Sales
Artinya Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi. Ini adalah sistem Affilliate Marketing yang paling umum yang akan Anda jumpai di internet. Komisi yang akan diterima oleh Affilliate Marketer rata-rata sebesar 5%-50% bahkan ada Affiliate Network yang memberikan komisi hingga 75% untuk setiap penjualan yang terjadi.

Ya, artinya komisi yang diterima Affiliater Marketer lebih besar daripada keuntungan Producer yang membuat produk tersebut.

2. Pay Per Click
Dengan menggunakan sistem ini, Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi dari setiap pengunjung yang meng-klik link yang diberikan oleh Affiliate Network. Link ini akan mengarah langsung ke produk dari Producer. Cara ini akan membantu mendatangkan banyak pengunjung menuju produk tersebut.

3. Pay Per Leads
Sering juga disebut dengan Pay Per Action atau Pey Per Performance.
Mirip dengan Pay Per Sales, namun disini Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi meski pengunjung tidak membeli produk yang ditawarkan oleh Producer. Biasanya pengunjung hanya akan diminta untuk melakukan serangkaian tindakan seperti: mendaftarkan alamat email, mendaftar kedalam sebuah website, dan lain-lain.

Nantinya sang Producer akan mengolah data-data yang ia dapat untuk kemudian menjual langsung produk atau layanannya kepada leads (prospek) yang sudah dikumpulkan oleh Affiliate Marketer tersebut.

Biasanya model ini digunakan untuk barang yang tidak bisa dijual dalam transaksi online seperti: rumah, jasa konsultan, sewa mobil, dll.

Proses Affiliate Marketing

Proses yang umum terjadi dalam sistem Affiliate Marketing adalah sebagai berikut:

Producer membuat kesepakatan dengan Affiliate Network untuk menjual produk hasil buatannya. Jika kesepakatan tercapai maka Affiliate Network akan menjadi saluran dsitribusi (channel distribution) untuk produk yang diberikan oleh producer.

Producer dan Affiliate Marketer menentukan model Affiliate Marketing yang akan mereka gunakan. Apakah Pay Per Sales, Pay Per Leads, atau Pay Per Click.

Producer dan Affiliate Network (bisa juga hanya salah satunya) menentukan besaran yang akan diterima oleh Affiliate Marketer.

Affiliate Network akan memberikan link menuju produk milik sang Producer serta seluruh fasilistas dan teknologi yang dibutuhkan oleh Affiliate Marketer untuk mempromosikan produk milik sang Producer.

Setelah Affiliate Marketer menentukan produk mana yang akan ia jual, ia lalu mempromosikannya melalui berbagai macam saluran pemasaran yang ia miliki. Bisa berupa website/ blog, iklan, social media, dan jalur lainnya.

Affiliate Network akan memberikan komisi kepada Affiliate Marketer dan keuntungan kepada Producer secara rutin dalam periode waktu tertentu selama kerjasama antara Producer dan Affiliate Network masih berjalan atau selama produk tersebut masih dijual.

Affiliate Network bisa memutuskan sepihak kerjasama dengan Affiliate Marketer jika terbukti menyalahi aturan yang ada seperti melakukan SPAM, penipuan, dan lain-lain.

Ada juga jenis Affiliate Marketingdimana Producer langsung membuat sistem Affiliate Marketing-nya sendiri, tanpa perantara Affiliate Network, namun prosesnya mirip dengan yang diatas.
Baca selengkapnya